Breaking

Jumat, 25 Agustus 2023

Fatayat NU Gelar Silaturahim Kebudayaan Bersama Suku Adat Sunda Wiwitan Kabupaten Garut



Garut. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahlatul Ulama (NU) kabupaten Garut menggelar Silaturahim kebudayaan bersama Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan yang terletak di Kampung Pasir, desa Cinta Karya, kecamatan Samarang, pada Jum'at (25/08/23).


Baca Juga: http://www.nugarut.or.id/2023/06/bersama-masyarakat-desa-cipaganti-pc.html


Kunjungan tersebut merupakan agenda yang jauh-jauh hari telah diagendakan oleh Fatayat NU Garut sebagai bagian komitmen Fatayat untuk menjalin persaudaraan serta kolaborasi dengan komunitas penghayat dan masyarakat adat yang ada di kabupaten Garut. 


Perjumpaan akan mengurangi prasangka antar elemen bangsa, sehingga mereka tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Melalui perjumpaan akan melahirkan dialog sebagai ruang komunikasi dan konfirmasi satu sama lain. 


Hal tersebut ditegaskan oleh Chotijah Fanaqi selaku PIC Program Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Fatayat NU Kabupaten Garut. 


Menurutnya, selain menjadi komitmen NU, dialog interfaith merupakan salah satu upaya yang saat ini coba dibangun Fatayat Garut melalui program KBB untuk persaudaraan dan toleransi kerjasama Fatayat NU di Kabupaten Garut dengan Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) sebagai sebuah konsorsium internasional yang fokus pada isu kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB).


"Menjadi keniscayaan bagi masyarakat multikultur untuk saling mengenal satu sama lain, bekerjasama, dan berkolaborasi dalam rangka menemukan 'kalimatun sawa' sebagai nilai universal yang bisa menjadi nilai yang bisa diperjuangkan bersama, tanpa melihat latar belakang kepercayaan atau agama yang tidak sama," ujarnya.  


Baca Juga: http://www.nugarut.or.id/2023/05/audiensi-dengan-kemenag-upaya-fatayat.html


Suasana Dialog kebudayaan pengurus PC Fatayat NU Garut bersama masyarakat Adat Sunda Wiwitan.



Kehadiran Pimpinan Cabang Fatayat NU Garut mendapatkan sambutan dari tetua adat suku Sunda wiwitan, Bapak Endan, yang menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban  bagi masyarakat adat untuk bersikap terbuka pada keramahan komunitas dan masyarakat lainnya. 


Justru, terang Endan, core dari Sunda wiwitan ada dalam kebersamaan. Tanpa ada kerjasama antar masyarakat bangsa, maka kebudayaan tak akan tercipta, harmoni kehidupan tak akan tercipta. 


"Nahdlatul Ulama merupakan ormas yang sudah tidak diragukan lagi keberpihakannya kepada kaum minoritas," tegasnya.


Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus dan sesepuh Suku Adat Sunda Wiwitan; Ketua RW setempat, Mahasiswa KKN dari Institut Teknologi Garut (ITG), serta beberapa mahasiswa pasca sarjana dari Mexico yang kebetulan sedang mengadakan kegiatan riset mengenai kebudayaan di kabupaten Garut.


Hal ini tentu menjadi apresiasi bagi Fatayat sebab dengan penerimaan suku adat terhadap para peneliti dari luar negara telah membuktikan bahwa Sunda wiwitan sebagai sebuah entitas kebudayaan yang mendunia, yang tentunya keberadaannya akan mengangkat kebhinekaan Indonesia yang harmoni dan indah.


Baca Juga: http://www.nugarut.or.id/2023/02/fatayat-nu-garut-adakan-rapat-pleno.html


Editor: M.Y.A Sastradimadja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar